Sabtu, 30 Januari 2021

  Kewiraswastaan Istilah kewiraswataan (entrepreneurship) berasal dari kata ―wira‖ dan ―swasta‖. Wira berarti sesuatu yang bersifat mulia/ luhur. Sedangkan ―swasta‖ berarti kemampuan untuk berdiri (sta) atas kekuatan sendiri (swas). Kewiraswastaan adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk berisiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha, untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Melalui upaya yang dijalankaan, yang bersangkutan merencanakan dan mengharapkan kompensasi dalam bentuk keuntungan di samping juga kepuasan.Kewiraswastaan dapat diartikan semangat, perilaku dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri atau pelayanan yang baik pada masyarakat, dengan selalu mencari pelanggan lebih banyak dan melayani pelanggan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreatifitas dan inovasi serta kemampuan manajemen. Secara umum kewiraswastaan merupakan suatu profesi yang timbul karena interaksi antara ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal dengan seni yang hanya dapat diperoleh dari suatu rangkaian kerja yang diberikan dalam praktik. 

  

 Perusahaan kecil merupakan (UKM) Usaha Kecil danMenengah adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI Nomor 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: ―Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.‖Usaha Kecil merupakan usaha yang mempunyai jumlah tenaga kerja kurang dari 50orang, atau berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999, kategori usaha kecil adalah yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,00 (tidak termasuk tanah dan bangunan) penjualan paling banyak Rp. 1.000.000.000. Milik Warga Negara Indonesia, bukan afiliasi badan usaha lain (berdiri sendiri), dan berbentuk usaha perorangan, badan usaha, atau koperasi. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Pengertian Usaha Kecil yaitu Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar. Perusahaan kecil merupakan perusahaan yang melekat pada kehidupan masyarakat dalam memenuhi kehidupan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, serta fleksibelitas penyesuaian volume usaha sesuai situasi dan kondisi yang dimiliki perusahaan, baik kondisi ekonomi, kondisi persaiangan, dan kondisi lokasi. Jadi dapat diartikan bahwa perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan ialah perusahaan kecil yang telah memiliki manajemen perusahaan tingkat perusahaan 98 | P e n g a n t a r B i s n i s besar. Dapat kita lihat bila kita ingin membuat sebuah perusahaan, itu semua harus dimulai dari yang kecil. Karena dengan sejalannya perusahaan, maka perusahaan yang kita buatpun bukan mustahil untuk menjadi perusahaan yang besar. Perusahaan Kecil memegang peranan penting dala komunitas perusahaan swasta. Pengalaman di beberapa Negara maju (Amerika, Inggris, Jepang, dan sebagainya) menunjukkan bahwa komunitas perusahaan kecil memberikan kontribusi yang perlu diperhitungkan di bidang produksi, pajak, penyedia lapangan kerja, dan lain sebagainnya. Seringkali dari perusahaan kecil muncul gagasan-gagasan baru yang merupakan terobosan penting dalam kondisi perekonomian yang tidak menguntungkan.

Perusahaan yang sekarang ini telah besar, seperti General Elektrik, IBM, PT ASTRA International, dan lain-lain, yang pada mulanya adalah perusahaan kecil. Dengan kiat-kiat tertentu dari pelaku bisnis, perusahaan kecil dapat berkembang dengan pesat menjadi perusahaan raksasa.Pelaku usaha kecil salah satu karakter penting dari UKM adalah skala usahanya yang relatif kecil. Meskipun batas atas kategori usaha kecil adalah dengan omset maksimal 1 miliar, namun dalam kenyataannya sebagian besar usaha kecil justru memiliki omset dibawah 500 juta. Mengacu pada argumentasi bahwa salah satu sumber keunggulan adalah melalui economies of scale, maka akan sulit bagi usaha berskala kecil secara individual untuk bersaing dengan usaha berskala besar dalam suatu aktivitas bisnis yang sama. Padat karya produk usaha berskala kecil pada umumnya sangat padat karya. Kegiatan produksi yang melibatkan banyak tenaga kerja sebagai konsekuensi dari aktivitas yang menghasilkan produk yang berciri hand made. Produk UKM yang bersandar pada keahlian dan keterampilan tangan ini membawa konsekuensi pada kurangnya aspek presisi dan kesulitan untuk distandarisasi. 

Dunia dikejutkan dengan penyebaran sangat cepat Virus Corona dan diumumkan oleh WHO menjadi pandemi sejak 11 Maret 2020. Pandemi ini tentu saja memberikan efek bagi kehidupan manusia di semua aspek, terkhusus di bidang perekonomian. Indonesia juga merasakan hal yang sama. Pada kuartal I-2020, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh positif sebesar 2,97 persen, meski melambat bila dibandingkan kuartal IV-2019 yang tumbuh 4,97 persen. Sementara pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia turun 5,32 persen (www.bps.go.id, Agustus 2020).

Bisnis dan perekonomian baik lokal maupun global banyak yang terpuruk karena adanya pemberlakuan lockdown di beberapa negara. Di Indonesia juga terjadi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dimulai dari DKI Jakarta sejak tanggal 9 April 2020, kemudian dilanjutkan di beberapa daerah serta social dan physical distancing yang mengharuskan masyarakat hanya di rumah saja dan menghindarkan diri dari keramaian. Hal ini mengakibatkan perubahan pola transaksi di masyarakat, dimana sebelum pandemi Covid-19, masyarakat terbiasa melakukan transaksi konvensional, lalu beralih menjadi transaksi berbasis internet dan elektronik yang disebut perdagangan elektronik (electronic commerce atau e-commerce). Produk yang banyak diperjualbelikan melalui e-commerce adalah produk kesehatan dan makanan.

E-commerce memberikan peran bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, baik bagi pelaku bisnis, konsumen, maupun pemerintah.

Minggu, 24 Januari 2021

 pelaksanaan tanggung jawab sosial yang dapat kita temui di

Indonesia adalah:

o Pelaksanaan Hubungan Industrialis Pancasila (HIP)

Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) merupakan bentuk

pelaksanaan yang telah banyak dijalankan pengusaha dengan

karyawannya dan di tuangkan dalam buku.

o Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Penanganan limbah industri sebagai bagian dari produksi

sebagai bentuk partisipasi menjaga lingkungan.

o Penerapan Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Penekanan pada faktor keselamatan pekerja dengan

mempergunakan alat-alat yang berfungsi menjaga keselamatan.

o Perkebunan Inti Rakyat (PIR)

Sistem perkebunan yang melibatkan perkebunan besar milik

negara dan kecil milik masyarakat.

o Sistem Bapak Angkat – Anak Angkat

Sistem ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat

pengusaha kecil/menengah sebagai mitra kerja yang harus mereka

bina


Menurut Steinhof ada tiga fungsi utama dari suatu bisnis, yaitu:

1. Acquiring Raw Material, yaitu untuk mencari bahan

mentah.

2. Manufacturing Raw Materials Into Product, yaitu

mengubah bahan mentah menjadi barang jadi.

3. Distributing Product to Consumers, yaitu untuk

menyalurkan produk yang dihasilkan kepada konsumen.


Sabtu, 12 Desember 2020

 Profil 

PT. Trifoli Kayakarya  perusahaan manufacture Didirikan pada tahun 2008 di Indonesia, 

PT. TRIFOLI KAYAKARYA mengkhususkan diri dalam layanan pembuatan furnitur khusus. 

melayani pasar lokal  Indonesia maupun pasar global produk, mengembangkan ebusiness melalui 

website yang  beralamatkan di www.trifolifurnishing.com.


Produk

perusahaan  pembuatan furnitur  berkualitas tinggi dalam penjualan produk prabotan funiture rumah, hotel, restoran , gedung, dll


Target bisnisnya

layanan pembuatan furnitur memberikan furnitur berkualitas tinggi untuk pasar lokal  Indonesia maupun  

pasar global produk, perusahaan  mampu menembus ke manca Negara. Kualitas produk ekspornya telah 

diterima di berbagai Negara  seperti Amerika Serikat,  Sepanyol, Inggris, Germani, Australia, Jepang, 

Singapore dan Malaysia. Selain di eksport ke manca 

\

Sabtu, 23 Mei 2020

1. Jelaskan apa saja penyebab kegagalan system dalam sebuah system yang memungkinkan mengganggu konsistensi data

Jawabannya :

Penyebab kegagalan pengembangan sistem :
•  Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem
•  Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai
•  Kurang sempurnanya evaluasi kualitas dan analisis biaya
•  Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan
•  Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yg tidak direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai
•  Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara
•  Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik


Penyebab kegagalan sistem :
•  physical disasters : bencana fisik yg natural,  seperti kebakaran, air bah, gempa
•  Carelessness / human error : Kekurang telitian atau kerusakan pada data atau fasilitas yg tidak disengaja disebabkan oleh operator atau pengguna
•  Sabotase, kerusakan pada data, fasilitas perangkat lunak & keras yg disengaja
•  System Crash (Kerusakan Sistem) : Akibat Kesalahan Pada Perangkat Keras Atau Lunak, Menyebabkan Kehilangan Memori Utama
• Media Failure (Kegagalan Pada Media), Seperti Media Tidak Dapat Dibaca, Menyebabkan Kehilangan Sebagian Dari Penyimpanan Sekunder
•  Application Software Error (Kesalahan Pada Perangkat Lunak Aplikasi, Seperti Kesalahan Logika Yg Mengakses Data Base Menyebab Kan Satu Atau Lebih Transaksi Mengalami Kegagalan, Basis Data Menjadi Tdk Konsisten)


2. Kegagalan system juga bisa mengakibatkan kerusakan pada system, jelaskan jenis kerusakan akibat kegagalan system dan bagaimana untuk mengatasinya

Jawabannya :

Jenis Kerusakan :
1.  Kegagalan Transaksi (Transaction Error)
      A. Kesalahan Logika (Logical Error)
          Input Salah, Data Not Found, Overflow, Memori Habis
      B. Kesalahan Sistem (System Error)
          Deadlock
2. Kerusakan Sistem (System Crash)
      Hardware Macet (Hang),  Data Pada Memori Sementara Hilang
3. Kerusakan Pada Disk (Disk Failure)
      Bad Sector / Disk Macet Pada Saat Operasi I/O

Fasilitas Recovery pada DBMS :
•  Mekanisme Backup
Melakukan Backup Secara Periodik Terhadap Data Base Yg Ada
•  Fasilitas Logging
Mencatat Transaksi Dan  Perubahan-perubahan Yang Terjadi Terhadap Data Base.  DBMS  Memelihara  File  Khusus  Yang  Disebut  Log  (Journal)  Yang Menyediakan   Informasi   Mengenai  Seluruh   Perubahan Yang Terjadi   Pada Data Base.
• Fasilitas Checkpoint
Mengizinkan  Update  Terhadap  Data Base  Yang  Akan  Menjadi  Data Base  Yang Permanen
• Manager Recovery
Mengizinkan  Sistem  Untuk   Menyimpan Kembali  Data Base  Ke  Keadaan  Sebelum  Terjadi Kegagalan


3.RDMBS menyediakan beberapa fasilitas  recovery data antara lain mekanisme backup, fasilitas loging, chekpoint, dan manager recovery. Jelaskan konsep recovery yang dapat dipilih atau digunakan pada saat kegagalan transaksi

Jawabannya :

•  Defferred (menunda update), update tidak dilakukan secara langsung pada database, tetapi update dilakukan setelah transaksi menyelesaikan eksekusinya dengan sukses dan mencapai titik commit. Sebelum mencapai commit semua transaksi yang di update disimpan pada buffer local. Hanya dicatat pada system log dan transaction workspace. Setelah transaksi commit dan log sudah dituliskan ke disk, maka update dituliskan ke database.

• Immediate Update (segera update), update dilakukan langsung pada database tanpa menunggu transaksi mencapai titik commit. Operasi tetap harus dituliskan ke log (pada disk) sebelum update dilakukan pada database ➝ Write-ahead Logging Protocol. Langkah-langkah teknik immediate update dengan algoritma UNDO/NO-REDO adalah:
• Ketika transaksi mulai, tulis sebuah record START ke log file.
• Setiap operasi transaksi diterima, log record berisi data yg relevan akan ditambahkan ke dalam log file.
•  Temporary database akan meng-copy blok database yang mengandung data yang diperlukan bila blok tersebut belum ada.
• Jalankan operasi transaksi terhadap blok database dalam temporary  database.
• Langsung salin kembali blok database yang telah termodifikasi dari temporary database ke database.
• Ketika transaksi commit, semua modifikasi terhadap database, diselesaikan sebelum COMMIT TRANSACTION ditambahkan ke log file
1.Mengapa Backup juga perlu diterapkan dalam basis data?
jawabanya :
Backup memiliki dua tujuan. Tujuan utama adalah untuk mengembalikan data apabila data tersebut hilang, baik karena terhapus atau karena rusak (corrupt). Tujuan kedua adalah untuk mengembalikan data ke titik tertentu pada masa lalu. Karena fungsinya, proses backup mengharuskan pengguna menggandakan data.

2. Bilamana Recovery data dilaksanakan
jawabanya :
Recovery data adalah suatu proses pemulihan sistem yang bermasalah agar bisa pulih seperti sedia kala. Recovery pada komputer dilakukan akibat adanya serangan virus yang menyerang sistem komputer dan menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Recovery data sangat tepat dipakai bagi Anda yang tidak memiliki aplikasi antivirus pada sistem komputer. Melakukan proses recovery data ini dijamin sangat efektif dalam mengembalikan sistem yang error bahkan yang terjangkit virus karena tidak dapat ditangani antivirus. Recovery data juga dapat memulihkan berbagai data yang ada di media penyimpanan seperti hardisk, flashdisk, memory card, kamera digital dan lain-lainnya
3. Apa peranan DBA dalam proses Backup dan Recovery data?

jawabanya :

· Mekanisme Backup
Melakukan backup secara periodik terhadap Database yang ada.

· Fasilitas Logging
Mencatat transaksi dan  perubahan-perubahan yang terjadi terhadap Database.  DBMS  memelihara  file  khusus  yang  disebut  Log  (Journal)  yang menyediakan   informasi   mengenai   seluruh   perubahan yang terjadi   pada Database.

· Fasilitas Checkpoint
Mengizinkan  update  terhadap  Database  yang  akan  menjadi  Database  yang permanen.

·  Manager Recovery

Mengizinkan  sistem  untuk   menyimpan kembali  Database  ke  keadaan  sebelum  terjadi kegagalan

Sabtu, 09 Mei 2020

a. Jelaskan 2 metode untuk menjamin SERIALIZABILITY

Jawabanya :

Conflict serializability yaitu memerintahkan operasi yang saling bertentangan dengan suatu cara sama seperti eksekusi serial.

View serializability terdapat beberapa jenis serializability yang menawarkan definisi yang tidak terlalu kaku (less stringent definition) darischedule ekuivalen dari pada conflict serializability.



b.     Pada Metode Locking  untuk transaksi terus menahan suatu kunci sampai dilepaskan secara eksplisit selama eksekusi atau telah selesai, aturannya menggunakan matriks locking. Jelaskan kerja dari matriks Locking!

Jawabannya :



a)     Transaksi yg akan mengakses suatu data harus terlebih dahulu menguncinya, meminta kunci S jika hanya melakukan read data saja atau kunci X jika untuk melakukan operasi read & write.

b)     Jika data tsb belum dikunci oleh transaksi apapun, maka kunci diperkenankan.

c)     Jika data tsb telah dikunci, maka DBMS menentukan apakah kunci yg diminta sesuai dg yg ada. Jika kunci read yg diminta sama dengan kunci read yg telah ada, maka permintaan diperkenankan, selain itu maka transaksi harus menunggu (wait) sampai kunci write dilepaskan.

d)     Transaksi terus menahan suatu kunci sampai dilepaskan secara eksplisit selama eksekusi atau telah selesai.

Terdapat beberapa masalah umum yang muncul pada konkurensi yaitu:

  • Lost update problem (Masalah hilangnya data yang diupdate).

  • Uncommited dependency problem / dirty real (Masalah kebergantungan terhadap transaksi yang belum commit).

  • Inconsistent anaisys problem (masalah analisa yang tidak konsisten).


Jelas ke 3 masalah tersebut secara singkat 

Jawabannya :

Lost update (modifikasi yg hilang) Masalah operasi update yg sukses dari seorang pengguna kemudian ditimpali oleh operasi update dari pengguna lain

Uncommited dependency (ketergantungan yg tidak sukses/modifikasi sementara) Masalah terjadi saat suatu transaksi membaca data dari transaksi lain yg belum dicommit

Iconsistent analysis (Analisis yang tidak konsisten) Masalah terjadi saat satu transaksi membaca beberapa nilai tetapi transaksi kedua pad waktu sama memodifikasi nilai tersebut.
a. Jelaskan outcome dari transaksi dan berikan contoh nya ?

Jawabannya : Outcome adalah efek jangka panjang dari proses pendidikan misalnya penerimaan di pendidikan lebih lanjut, prestasi dan pelatihan berikutnya, kesempatan kerja, penghasilan serta prestise lebih lanjut.'

Contoh Outcome : dari sebuah sekolah ialah penerimaan di pendidikan lebih lanjut, prestasi dan pelatihan berikutnya, kesempatan kerja, serta penghasilan.

b. Properti Transaksi yaitu ACID, jelaskan dan berikan contoh nya ?

Jawabannya : ACID ( atomicity , konsistensi , isolasi , daya tahan ) adalah seperangkat properti dari transaksi basis data yang dimaksudkan untuk menjamin validitas bahkan dalam hal terjadi kesalahan, kegagalan daya, dll. Dalam konteks basis data , serangkaian operasi basis data yang memenuhi properti ACID (dan ini dapat dianggap sebagai operasi logis tunggal pada data) disebut transaksi. Misalnya, transfer dana dari satu rekening bank ke rekening bank lain, bahkan yang melibatkan banyak perubahan seperti mendebit satu rekening dan mengkredit rekening lain, adalah satu transaksi.

Contoh ACID : tabel database memiliki dua kolom, A dan B. Batasan integritas mensyaratkan bahwa nilai dalam A dan nilai dalam B harus berjumlah 100. Kode SQL berikut ini membuat tabel seperti dijelaskan dibawah:

      CREATE TABLE ACIDCOBA ( A INTEGER , B INTEGER , PERIKSA ( A + B = 100 ));

1. Apa yang anda pahami tentang konkurensi?


Jawabanya : sebagai landasan umum perancangan sistem operasi. Proses-proses disebut konkuren jika proses-proses berada pada saat yang sama. Dikatakan sebagai landasan umum perancangan sistem operasi karena dalam menciptakan suatu sistem operasi, sistem operasi tersebut umumnya harus bisa menjalankan beberapa proses (lebih dari satu proses) pada saat yang bersamaan.

2. Mengapa perlu dilakukan pengontrolan  konkurensi ?

Jawabanya : karena lebih dari satu pengguna (pada DBMS terpusat) dapat melakukan operasi pada basis data secara simultan. Jika tidak dikontrol, hal ini dapat menyebab kan interferensi satu sama lain sehingga basis data menjadi tidak konsistenUntuk mencegahnya, DBMS mengimple-mentasikan pengontrolan konkurensi

Rabu, 29 April 2020


1. Apa kegunaan integritas basis data

Jawaban :

Adalah menjaga data agar data yang tidak valid tidak masuk ke database. Menjaga konsistensi data pada relasi keterkaitan antar table

2. Jelaskan jenis-jenis integritas basis data

Jawaban :
  • Integritas Entitas (Entity Integrity), dimana tidak ada baris data duplikat dalam satu table.
  • Integritas Jangkuan (Domain Integrity), dimana tidak ada item data yang melanggar jangkuan nilai di tiap kolom data.
  • Integritas Acuan (Referential Integrity), yang menjaga relasi/korespodensi antar table.
  • Integritas Data Antar Tabel (Redundant Data Integrity), dimana data di sebuah table tidak terulang di table lain


3.      Buatlah contoh untuk Integritas Entitas

Jawaban :

Integritas entitas mendifinisikan sebuah baris sebagai sebuah entitas yang unik untuk suatu tabel. Dalam integritas entitas, tidak ada baris yang di duplikat didalam suatu tabel.

Contoh :

create table Pembelian
(ID Pembelian smallint,
ID model smallint,
DeskripsiModel varchar (40),
Primary Key (IDPembelian));

4. Buatlah contoh untuk Integritas Domain

Jawaban :

Domain adalah nilai-nilai yang dimungkinkan diasosiasikan dengan setiap atribut, Integritas domain merupakan validasi masukan dari sebuah kolom. Dengan integritas domain, tidak ada data yang melanggar jangkauan nilai di tiap kolom data.

Contoh :

Create table biografi
(idpenulis smallint unsigned not null,
tahunLahir year not null,
kotalahir varchar (40) not null default
‘Kosong’);
create domain nilai numerik(3,2)
constraint value-test check (value >=0.00)


Salah satu fungsi pada DBMS adalah membuat integritas data, mengapa integritas data penting dalam sebuah sistem basis data dan Uraikan dan berikan contoh sederhana ?

Jawaban :
Integritas data sangat penting karena dapat memastikan keakuratan, konsistensi, aksesibilitasi, dan kualitas tinggi dari sebuah data, sehingga sangat penting untuk mengikuti aturan pengintegritasan suatu data. Data yang mempunyai integritas identik di pertahankan selama operasi apapun (seperti bisnis transfer, penyimpanan, atau pengambilan). Secara sederhana dalam istilah bisnis, integritas data adalah jaminan bahwa data konsisten, bersertifikat dan dapat dirujukan.



Integritas data artinya akurasi dan kebenaran data. Integritas data dalam sebuah sistem basis data harus dijaga untuk menjaga kebenaran data yang disimpan.

Ada beberapa cara dan tujuan dalam menjaga integritas data, diantaranya :

  • Memasukkan aturan bisnis di dalam database
  • Menjaga agar data yang tidak valid tidak masuk ke database
  • Menjaga konsistensi data pada relasi keterkaitan antar table



Contoh :
Sebagai contoh apabila sebuah tabel Mahasiswa, pada field data “56417452”, maka database tidak memperbolehkan record pada tabel Mahasiswa lain mempunyai npm yang sama.

Rabu, 22 April 2020


a. Sebutkan bentuk-bentuk akses yang secara secara sengaja dapat merusak atau merugikan pemilik basisdata

jawaban :

a. Pengambilan data / pembacaan data oleh pihak yang tidak berwenang.
b. Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang.
c. Penghapusan data oleh pihak yang tidak berwenang.

b. Untuk melindungi basis data, jelas level-level pengamanan basis data yang harus dilakukan.

jawaban :

Tingkatan Pada Keamanan Database :
1. Fisikal : Lokasi-lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman secara fisik terhadap serangan perusak.
2. Manusia : wewenang pemakai harus dilakukan dengan berhati-hati untuk
mengurangi kemungkinan adanya manipulasi oleh pemakai yang berwenang
3. Sistem Operasi : Kelemahan pada SO ini memungkinkan pengaksesan data oleh pihak tak berwenang, karena hampir seluruh jaringan sistem database menggunakan akses jarak jauh.
4. Sistem Database : Pengaturan hak pemakai yang baik.

c. Jelaskan bentuk-bentuk otoritas user terhadap data yang disimpan dalam table/relasi basis data

jawaban :

a. Pemberian Wewenang atau hak istimewa (priviledge) untuk mengakses sistem atau obek database
b.  Kendali otorisasi (kontrol akses) dapat dibangun pada perangkat lunak dengan 2 fungsi :
c.  Mengendalikan sistem atau obyek yang dapat diakses
d.  Mengendalikan bagaimana pengguna menggunakannya
e. Sistem administrasi yang bertanggungjawab untuk memberikan hak akses dengan membuat account pengguna.


DBMS memiliki peranan penting dalam Sistem basis data, untuk melakukan proteksi basis data memiliki 4 fungsi untuk proteksi basis data ?

jawaban ?

1. SECURITY DATA

Security merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan pemakaian data oleh user yang tidak berwenang. Organisasi harus dapat mengidentifikasi masalah keamanan yang mungkin mengganggu jalan operasional basis data.
Penyalahgunaan basis data dapat dikategorikan sebagai tindakan yang disengaja maupun yang tidak sengaja.

2. INTEGRITAS DATA

Salah satu karakteristik sistem informasi yang baik adalah kemampuannya memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Keakuratan informasi hanya dapat diperoleh jika didukung perancangan dan implementasi database yang handal. Integrity di dalam istilah basis data berarti memeriksa keakuratan dan validasi data.
Oleh karena itu database harus menjamin integritas (keutuhan) data yang disimpannya. Harus dijamin agar perubahan terhadap basis data yang dilkaukan user yang berhak tidak menghasilkan ketidakkonsistenan  data. Harus dijamin pula gara database tidak mengalami kerusakan secara sengaja.
Untuk itu dalam database dikenal dengan aturan integritas (integrity constraints) yang mengatur definisi dan modifikasi terhadap database sehinggan menjamin integritas database tersebut.

3. BACKUP

Backup merupakan proses secara periodik yang mengambil duplikat dari database dan melakukan logging file (dan mungkin juga program) ke media penyimpanan eksternal. DBMS harus memiliki fasilitas backup dengan database recovery-nya dilanjutkan dengan kesalahannya. Dengan menyimpan pada tempat yang aman sehingga jika terjadi kesalahan pada data maka data dapat diambil dari data duplikat yang terakhir.
Selain melakukan backup data penting juga melakukan pen-jurnal-an dimana proses ini menyimpan dan mengatur log file (jurnal) dari semua perubahan yang dibuat oleh database utnuk recovery yang nantinya akan efektif jika terjadinya kesalahan.


4. CONCURRENCY DATA

Konkurensi berarti bahwa sejumlah transaksi diperkenankan untuk mengakses data yang sama dalam waktu yang sama. Hal ini seperti ini menjadi titik perhatian bagi DBMS yang mendukung multiuser. Sehingga diperlukan mekanisme pengontrolan konkurensi. Tujuannya untuk menjamin bahwa transaksi-transaksi yang konkuren tidak saling mengganggu operasi masing-masing.



a. Pada Tahap Pemilihan DBMS : Sebutkan  dan jelaskan faktor untuk memperlancar pemilihan paket DBMS untuk system informasi dalam organisasi ?


jawaban :


dipertimbangkan secara ekonomi dan factor organisasi adalah ;
1. Software acquisiton cost
2. Maintenance cost
3. Hardware acquisition cost
4. Database creation and conversion
5. Personal cost
6. Training cost
7. Operating cost

Beberapa faktor ekonomi dan organisasi yang berakibat pemilihan suatu DBMS:
a. Organization-wide adoption of a certain
b. Familiarity of personnel with the
c. Availability of vendor service


b.  Jika diambil keputusan akan menggunakan DBMS Oracle pada sistem basis data yang baru dari DBMS SqlServer pada sistem basis data yang lama, faktor apa saja yang harus dipertimbangkan dan jelaskan alasannya

jawaban :

11.   Struktur data
22.   Jika data yang disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari DBMS harus dipikirkan.
33.   Personal yang telah terbiasa dengan suatu system
44.  Jika staf programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan suatu DBMS, maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.
55. Tersedianya layanan penjual
66. Keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan beberapa masalah sistem.
77.  kemampuan perusahaan atau organisasi dalam maintanance sistem data base.
88.   kemampuan finansial perusahaan atau organisasi tersebut.
99.  Dan tentunya kesiapan sdm dalam melakukan migrasi data dari DBMS SqlServer ke DBMS Oracle

Jelaskan mengapa pada tahap perancangan Konseptual dan tahap Perancangan Logik, tidak tergantung pada DBMS yang akan digunakan ?

Perancangan database secara konseptual
Tujuan dari fase ini adalah menghasilkan conceptual schema untuk database
yang tergantung pada sebuah DBMS yang spesifik. Sering menggunakan
sebuah high-level data model seperti ER/EER model selama fase ini. Dalam
conceptual schema, kita harus memerinci aplikasi-aplikasi database yang
diketahui dan transaksi-transaksi yang mungkin.
Fase perancangan database secara konseptual mempunyai 2 aktifitas paralel

1. Perancangan skema konseptual :
menguji kebutuhan-kebutuhan data dari suatu database yang merupakan
hasil dari fase 1, dan menghasilkan sebuah conceptual database schema
pada DBMS independent model data tingkat tinggi seperti EER (enhanced
entity relationship)
model.
Skema ini dapat dihasilkan dengan menggabungkan bermacam-macam
kebutuhan user dan secara langsung membuat skema database atau dengan
merancang skema-skema yang terpisah dari kebutuhan tiap-tiap user dan
kemudian menggabungkan skema-skema tsb. Model data yang digunakan
pada perancangan skema konseptual adalah DBMS-independent, dan
langkah selanjutnya adalah memilih sebuah DBMS untuk melaksanakan
rancangan tsb.

2. Perancangan transaksi :
menguji aplikasi-aplikasi database dimana kebutuhan-kebutuhannya telah
dianalisa pada fase 1, dan menghasilkan perincian transaksi-transaksi ini.
Kegunaan fase ini yang diproses secara paralel bersama fase perancangan
skema konseptual adalah untuk merancang karakteristik dari transaksitransaksi
database yang telah diketahui pada suatu DBMS-independent.
Transaksi-transaksi ini akan digunakan untuk memproses dan memanipulasi
database suatu saat dimana database tsb dilaksanakan.

Perancangan database secara logika (pemetaan model data)
Tujuan Fase  dari perancangan database adalah membuat sebuah skema
konseptual dan skema eksternal pada model data dari DBMS yang terpilih.
Fase ini dilakukan oleh pemetaan skema konseptual dan skema eksternal
yang dihasilkan pada fase 2. Pada fase ini, skema konseptual
ditransformasikan dari model data tingkat tinggi yang digunakan pada fase 2
ke dalam model data dari DBMS yang dipilih pada fase 3.
Pemetaannya dapat diproses dalam 2 tingkat :

1. Pemetaan system-independent :
pemetaan ke dalam model data DBMS dengan tidak mempertimbangkan
karakteristik atau hal-hal yang khusus yang berlaku pada implementasi DBMS
dari model data tsb.

2. Penyesuaian skema ke DBMS yang spesifik :
mengatur skema yang dihasilkan pada langkah 1 untuk disesuaikan pada
implementasi yang khusus di masa yang akan datang dari suatu model data
yang digunakan pada DBMS yang dipilih.
Hasil dari fase ini memakai perintah-perintah DDL dalam bahasa DBMS yang
dipilih yang menentukan tingkat skema konseptual dan eksternal dari sistem
database. Tetapi dalam beberapa hal, perintah-perintah DDL memasukkan
parameter-parameter rancangan fisik sehingga DDL yang lengkap harus
menunggu sampai fase perancangan database secara fisik telah lengkap.
Fase ini dapat dimulai setelah pemilihan sebuah implementasi model data
sambil
menunggu DBMS yang spesifik yang akan dipilih. Contoh: jika memutuskan
untuk menggunakan beberapa relational DBMS tetapi belum memutuskan
suatu relasi yang utama. Rancangan dari skema eksternal untuk aplikasiaplikasi
yang spesifik seringkali sudah selesai selama proses ini.


Kenapa tidak tergantung pada DBMS yang akan digunakan ?
Karena Pemetaan kedalam model data database dgn tidak mempertimbangkan
karakteristik atau hal khusus yang berlaku pada implementasi DBMS dari model data tsb.

Jumat, 17 April 2020


1. Sebutkan 6 tahap perancangan basis data!
jawabannya :
1.     Koleksi dan analisa kebutuhan
2.     Desain basis data konseptual
3.     Pemilihan DBMS
4.     Pemetaan model data (disebut juga desain basis data logika)
5.     Desain basis data fisik.
6.     Implementasi dan tuning sistem basis data

2. Manakah dari 6 tahap tersebut sebagai aktifitas utama dalam proses perancangan basis data ? Mengapa ?
jawabannya :
Karena suatu database yang merupakan hasil dari tahap 1 dan menghasilkan sebuah conceptual database schema pada DBMS-independent model data tingkat tinggi seperti EER (Enhanced Entity Relationship) model. Setelah itu skema konseptual ditransformasikan dari model data tingkat tinggi yang digunakan pada tahap 2 ke dalam model data dari model data dari DBMS yang dipilih pada tahap 3.

3. Mengapa perancangan skema dan aplikasi dilakukan secara parallel ?
jawabannya :
Karena aktifitas pertama yaitu desain skema konseptual, menentukan kebutuhan data yang dihasilkan pada tahap 1 dan menghasilkan skema basis data konseptual. Aktifitas kedua, desain transaksi dan aplikasi, menentukan analisa aplikasi basis data pada tahap1 dan menghasilkan spesifikasi level tinggi untuk aplikasi tersebut.

4. Mengapa digunakan model data implementation-independent selama perancangan skema konseptual ?
jawabannya :
Skema konseptual tidak tersedia sebagai deskripsi stabil dari isi basis data. Pemilihan DBMS dan keputusan desain dapat berubah tanpa mengubah skema konseptual DBMS-independent.

5. Mengapa diperlukan koleksi dan analisa kebutuhan ?
jawabannya :
Karena ini suatu tahap dimana kita melakukan proses indentifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data dan ini disebut pengumpulan data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan suatu sistem database, kita harus mengenal terlebih dahulu bagian-bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem database, termasuk para user yang ada dan para useryang baru beserta aplikasi-aplikasinya. Kebutuhan-kebutuhan dari para user dan aplikasi-aplikasi inilah yang kemudian dikumpulkan dan dianalisa


1.   Jelaskan mengapa perancangan basis data merupakan micro life cycle dari perancangan sistem informasi ?
Adalah siklus hidup basis data saling berhubungan dengan siklus hidup system informasi, dan dalam proses nya ada 5 fase perancangan basis data. Yaitu:

-          Pengumpulan data analisa
-          Perancangan basis data secara konseptual
-          Pemilihan DBMS
-          Perancangan basis data secata fisik
-          Implementasi system basis data.


1. Superclassnya adalah PEGAWAI
2. Subclassnya adalah HONORER, TETAP, KONSULTAN, TEKNISI, SEKRETARIS dan ENGINEER
3. Buatlah Notasi Spesialisasi dari PEGAWAI  menggunakan Model EER ?



Model EERD :

Model EERD berisi seluruh konsep ERD ditambah dengan konsep konsep yang berhubungan yaitu specialization dan generalization, model EERD menekankan pada superclass/subclass relationship yang  merupakan  hubungan antara superclass dan subclassnya.

Konsep-Konsep Model EER :

Sub-Kelas (Subclass)
Subset dari suatu entitas yang dikelompokkan dalam pengertian tertentu yang perlu disajikan secara eksplisit. Subclass merepresentasikan entity yang sama dengan superclass, namun memiliki peran spesifik tertentu.

Contoh : Entitas PEGAWAI mempunyai beberapa subclass seperti : SEKRETARIS, TEKNISI, AHLI

Super-Kelas (Superclass)
Entitas yang merupakan induk dari subclass-subclassnya.

Contoh : Subclass SEKRETARIS, TEKNISI, SALES mempunyai superclass PEGAWAI

Spesialisasi (Spesialiazation)
Proses pemecahan entitas menjadi subclass-subclass beserta atribut-atributnya. Terdapat beberapa jenis spesialisasi seperti Disjoint Total, Disjoint Partial, Overlapping Total dan Overlapping Partial.

Contoh : Spesialisasi dari PEGAWAI berdasarkan tipe pekerjaan

Generalisasi (Generalization)
Proses penggabungan subclass-subclass menjadi suatu entitas yang lebih umum.

Contoh : Generalisasi dari MOBIL dan TRUK menjadi KENDARAAN

Superclass/Subclass Relationship
Superclass/Subclass Relationship adalah relationship antara sebuah superclass dengan salah satu subclassnya. Disebut juga dengan IS-A relationship




Attribute Inheritance
Merupakan pewarisan atribut dari superclassnya.  Entity yang merupakan anggota dari subclass mewarisi semua atribut dari entity superclassnya


Disjoint Constraint
Constraint yang menerangkan bahwa subclass-subclass dari spesialisasi saling disjoint, artinya entity merupakan anggota dari salah satu subclass. Disjoint Constraint direpresentasikan dengan lambang “d” yang berarti disjoint.
Contoh : entity dari spesialisasi tipe pekerjaan dari PEGAWAI
merupakan anggota dari subclass : PEGAWAI TETAP atau PEGAWAI HONORER.Non – Disjoint Constraint

Non – Disjoint Constraint :
Constraint yang menerangkan bahwa subclass-subclass dari spesialisasi tidak saling disjoint, artinya entity mungkin anggota lebih dari satu subclass.

Non-Disjoint digambarkan dengan lambang ″o″ yang berarti overlapping.

Contoh : Entity dari spesialisasi tipe barang merupakan anggota dari subclass BARANG PABRIK dan juga anggota dari subclass BARANG TERJUAL.

Total Specialization Constraint

Constraint yang menerangkan bahwa setiap entity di dalam superclass harus merupakan anggota dari salah satu subclass.

Contoh : Entity PEGAWAI harus termasuk subclass dari PEGAWAI TETAP atau PEGAWAI HONORER.


Partial Specialization Constraint
Constraint yang menerangkan bahwa setiap entity didalam superclass dapat merupakan anggota dari subclass-subclass yang didefinisikan.

Contoh : Entity dari PEGAWAI dapat merupakan anggota dari subclass MANAGER, TEKNISI atau SALES.

Specialization Hierarchy
Spesialisasi bertingkat dimana setiap subclass berpartisipasi didalam satu kelas / subclass relationship


Specialization Lattice
Spesialisasi bertingkat dimana suatu subclass dapat berpartisipasi didalam beberapa class / subclass relationship.

Shared – Subclass
Subclass yang mempunyai lebih dari satu superclass.

Contoh : Subclass ASISTEN PELATIH mempunyai dua superclass yang tipenya sama yaitu SALES & PELATIH.


EERD digunakan untuk menggambarkan atau membuat model suatu database dengan diagram yang sederhana sehingga memudahkan dalam membuat sebuah database yang kompleks maupun yang sederhana.